Pengelolaan Kinerja Pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Timur: Studi Kasus


Pengelolaan Kinerja Pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Timur: Studi Kasus

Pengelolaan kinerja pegawai pemerintah adalah hal yang sangat penting dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan. Salah satu contoh yang menarik untuk dijadikan studi kasus adalah pengelolaan kinerja pegawai pemerintah provinsi Jawa Timur. Bagaimana sebenarnya pengelolaan kinerja pegawai di provinsi ini dilakukan?

Menurut Dr. Endang Sri Rahayu, seorang pakar manajemen publik dari Universitas Airlangga, pengelolaan kinerja pegawai pemerintah provinsi Jawa Timur harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. “Penting bagi pemerintah provinsi Jawa Timur untuk memiliki sistem penilaian kinerja yang jelas dan objektif agar pegawai dapat diberikan feedback yang konstruktif,” ujarnya.

Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pengelolaan kinerja pegawai pemerintah adalah dengan menggunakan Balanced Scorecard. Menurut Robert S. Kaplan dan David P. Norton, pakar manajemen strategis yang mencetuskan konsep Balanced Scorecard, metode ini dapat membantu organisasi untuk mengukur kinerja secara menyeluruh dan seimbang.

Dalam konteks pengelolaan kinerja pegawai pemerintah provinsi Jawa Timur, penekanan pada aspek pelayanan publik yang berkualitas juga sangat penting. Bapak Sudirman Said, Gubernur Jawa Timur, menyatakan bahwa “Pelayanan publik yang baik hanya dapat dicapai jika pegawai pemerintah bekerja dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.”

Implementasi pengelolaan kinerja pegawai pemerintah provinsi Jawa Timur juga harus melibatkan seluruh stakeholder terkait, termasuk masyarakat. Menurut Dr. Dian Anshori, seorang akademisi yang mengkhususkan diri dalam manajemen publik, “Partisipasi masyarakat dalam proses pengelolaan kinerja pegawai dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pemerintahan.”

Dengan adanya perhatian yang serius terhadap pengelolaan kinerja pegawai pemerintah provinsi Jawa Timur, diharapkan dapat tercipta pelayanan publik yang lebih baik dan efisien. Studi kasus ini menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk meningkatkan pengelolaan kinerja pegawai guna mencapai tujuan pemerintahan yang lebih baik.

Tantangan dan Solusi dalam Manajemen Kepegawaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur


Manajemen kepegawaian di lingkungan pemerintahan selalu menjadi tantangan yang kompleks. Begitu pula dengan Manajemen Kepegawaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam mengelola sumber daya manusia yang begitu besar dan beragam, tentu tidaklah mudah. Namun, dengan adanya tantangan, tentu juga akan ada solusinya.

Menurut Bupati Malang, Rendra Kresna, “Tantangan dalam manajemen kepegawaian pemerintah adalah mengelola SDM yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman.” Hal ini menjadi fokus utama dalam menghadapi dinamika yang terus berkembang di era digital ini.

Salah satu solusi untuk mengatasi tantangan tersebut adalah dengan melakukan peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan pengembangan. Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, “Peningkatan kompetensi pegawai pemerintah perlu menjadi prioritas utama dalam manajemen kepegawaian.” Dengan begitu, pegawai pemerintah akan mampu bersaing dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Selain itu, transparansi dan akuntabilitas juga menjadi kunci dalam manajemen kepegawaian pemerintah. Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo, “Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan kepegawaian akan memperkuat integritas dan kredibilitas pemerintah.” Dengan adanya transparansi, masyarakat dapat memantau dan mengawasi kinerja pemerintah dalam mengelola kepegawaian.

Dalam menghadapi tantangan dan mencari solusi dalam manajemen kepegawaian pemerintah provinsi Jawa Timur, kolaborasi antarinstansi dan pihak terkait juga diperlukan. Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, “Kolaborasi antarinstansi dan sinergi antarpihak akan mempercepat penyelesaian masalah dalam manajemen kepegawaian.” Dengan bekerja sama, tantangan yang kompleks dapat diatasi secara bersama-sama.

Dengan adanya kesadaran akan tantangan yang dihadapi dan upaya mencari solusi yang tepat, manajemen kepegawaian pemerintah provinsi Jawa Timur dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Semoga dengan adanya kolaborasi dan peningkatan kompetensi, tantangan dalam manajemen kepegawaian dapat diatasi dengan baik.

Penerapan Sistem Pemberdayaan Pegawai di Pemerintah Provinsi Jawa Timur


Penerapan Sistem Pemberdayaan Pegawai di Pemerintah Provinsi Jawa Timur sedang menjadi sorotan utama dalam upaya peningkatan kinerja dan pelayanan publik. Konsep pemberdayaan pegawai merupakan strategi yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja para pegawai di lingkungan pemerintah.

Menurut Bupati Malang, Drs. Rendra Kresna, “Pemberdayaan pegawai bukan hanya tentang memberikan wewenang kepada mereka, tetapi juga memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan dan motivasi dalam bekerja.” Hal ini sejalan dengan pendapat pakar manajemen, John C. Maxwell, yang menyatakan bahwa “Pemberdayaan adalah tentang memberikan kekuatan kepada orang lain untuk mencapai tujuan bersama.”

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan langkah-langkah konkret dalam menerapkan sistem pemberdayaan pegawai. Salah satunya adalah dengan menyediakan pelatihan dan pengembangan karyawan secara berkala. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan pegawai sehingga mereka dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga memberikan ruang partisipasi yang lebih luas bagi pegawai dalam pengambilan keputusan dan perencanaan program kerja. Dengan demikian, pegawai merasa lebih dihargai dan memiliki rasa memiliki terhadap keberhasilan program-program yang dijalankan.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar, Anies Baswedan, “Pemberdayaan pegawai bukan hanya tentang memberikan tanggung jawab, tetapi juga membangun trust dan kepercayaan antara atasan dan bawahan.” Hal ini membuktikan bahwa keberhasilan penerapan sistem pemberdayaan pegawai tidak hanya bergantung pada kebijakan yang ada, tetapi juga pada hubungan interpersonal yang baik antara pimpinan dan bawahan.

Dengan adanya penerapan sistem pemberdayaan pegawai di Pemerintah Provinsi Jawa Timur, diharapkan akan tercipta lingkungan kerja yang lebih produktif, kreatif, dan inovatif. Selain itu, pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat juga akan semakin baik dan berkualitas. Sehingga, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan publik melalui pemberdayaan pegawai.

Rekrutmen dan Pengembangan Pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Timur


Rekrutmen dan Pengembangan Pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan dua hal yang sangat penting dalam menjaga kualitas layanan publik di wilayah tersebut. Dengan proses rekrutmen yang baik, diharapkan akan terpilih calon pegawai yang berkualitas dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan di pemerintahan.

Menurut Bupati Jawa Timur, rekrutmen pegawai harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel untuk memastikan bahwa yang terpilih benar-benar merupakan orang terbaik. “Kami selalu mengutamakan prinsip meritokrasi dalam proses rekrutmen pegawai. Kualitas dan kompetensi calon pegawai harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Selain itu, pengembangan pegawai juga tidak kalah pentingnya. Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks, diperlukan upaya untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan pegawai pemerintah. Hal ini juga dibenarkan oleh Pakar Manajemen Sumber Daya Manusia, Dr. Arief Wibowo, yang menyatakan bahwa “pengembangan pegawai merupakan investasi jangka panjang bagi sebuah organisasi, termasuk pemerintah provinsi.”

Dalam konteks Jawa Timur, banyak program pelatihan dan pengembangan yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pegawai pemerintah. Salah satunya adalah program pelatihan kepemimpinan yang diikuti oleh para pejabat struktural di lingkungan pemerintah provinsi. Hal ini bertujuan untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam memimpin suatu unit kerja.

Secara keseluruhan, rekrutmen dan pengembangan pegawai pemerintah provinsi Jawa Timur merupakan dua hal yang harus diperhatikan dengan serius. Dengan proses rekrutmen yang transparan dan pengembangan pegawai yang berkelanjutan, diharapkan kualitas layanan publik di wilayah ini akan terus meningkat.

Peran Kepegawaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam Pelayanan Publik


Peran Kepegawaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam Pelayanan Publik sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Kepegawaian yang profesional dan kompeten akan memberikan dampak positif dalam memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan publik yang mereka terima.

Menurut Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, “Keberhasilan suatu pemerintahan dalam memberikan pelayanan publik tidak terlepas dari peran serta kepegawaian yang ada di dalamnya. Mereka adalah ujung tombak dalam menjalankan berbagai program dan kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat.”

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pakar Administrasi Publik dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Bambang Sugiarto, disebutkan bahwa keberhasilan suatu pemerintah dalam memberikan pelayanan publik sangat dipengaruhi oleh kualitas kepegawaian yang ada di dalamnya. “Kepegawaian yang profesional, berintegritas, dan mampu berinovasi akan mampu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien kepada masyarakat,” ujarnya.

Di Provinsi Jawa Timur sendiri, terdapat berbagai program pelatihan dan peningkatan kompetensi yang diberikan kepada para pegawai pemerintah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Salah satu contohnya adalah program pelatihan customer service yang diberikan kepada pegawai di dinas-dinas terkait.

Selain itu, peran kepegawaian juga dapat dilihat dari implementasi teknologi dalam pelayanan publik. Dengan adanya aplikasi dan sistem informasi yang digunakan oleh pegawai pemerintah, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat menjadi lebih cepat dan efisien.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Peran Kepegawaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam Pelayanan Publik sangatlah vital dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, efektif, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara maksimal. Melalui peningkatan kompetensi dan penerapan teknologi, diharapkan layanan publik di Jawa Timur dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Tantangan dan Peluang Kepegawaian di Pemerintah Provinsi Jawa Timur


Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seperti banyak pemerintahan daerah lainnya, dihadapkan pada tantangan dan peluang dalam mengelola kepegawaian. Keberhasilan pemerintah dalam menghadapi tantangan tersebut akan membawa berbagai manfaat bagi pembangunan daerah.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur adalah masalah keterbatasan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurut Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, “Kualitas sumber daya manusia sangat menentukan efektivitas kinerja pemerintah daerah dalam melayani masyarakat.” Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas pegawai negeri sipil (PNS) di Provinsi Jawa Timur melalui pelatihan dan pengembangan.

Selain itu, tantangan lainnya adalah adanya perubahan regulasi dan kebijakan yang seringkali mempengaruhi keberlangsungan program-program kepegawaian di pemerintah daerah. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur, Nurul Hidayah, “Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus mampu beradaptasi dengan perubahan regulasi dan kebijakan yang terus berubah agar tetap dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.”

Di sisi lain, terdapat pula peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengelola kepegawaian. Salah satunya adalah adanya program-program pengembangan karir bagi PNS yang dapat meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai. Menurut Direktur Pusat Kajian Kebijakan Publik Universitas Airlangga, Prof. Bambang Wibowo, “Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu terus mengembangkan program pengembangan karir bagi PNS agar mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih baik dalam pembangunan daerah.”

Selain itu, peluang lainnya adalah adanya kerjasama dengan pihak swasta dalam pengelolaan kepegawaian. Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, “Kerjasama dengan pihak swasta dapat membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam pengelolaan kepegawaian.”

Dengan menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang tersebut, diharapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas dalam mengelola kepegawaian demi terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat Jawa Timur.

Evaluasi Kinerja Pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Timur


Evaluasi kinerja pegawai pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik. Setiap tahun, para pegawai pemerintah di Jawa Timur harus menjalani proses evaluasi kinerja untuk menilai pencapaian target dan kinerja mereka.

Menurut Bapak Bambang Widjojanto, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur, “Evaluasi kinerja pegawai pemerintah Provinsi Jawa Timur dilakukan untuk memastikan bahwa mereka dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Dengan evaluasi kinerja yang baik, kita dapat mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan dari masing-masing pegawai, serta memberikan bimbingan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja mereka.”

Proses evaluasi kinerja pegawai pemerintah Provinsi Jawa Timur melibatkan berbagai indikator, seperti pencapaian target kerja, kedisiplinan, inovasi, dan pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi dilakukan secara objektif dan transparan, dengan mengacu pada standar kinerja yang telah ditetapkan.

Dalam sebuah wawancara dengan Ibu Ratna, seorang pegawai pemerintah di Jawa Timur, ia mengatakan bahwa proses evaluasi kinerja memberikan motivasi bagi dirinya untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. “Dengan adanya evaluasi kinerja, saya merasa lebih termotivasi untuk terus belajar dan berkembang agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

Pentingnya evaluasi kinerja pegawai pemerintah Provinsi Jawa Timur juga disampaikan oleh Pak Ahmad, seorang pakar manajemen publik. Menurutnya, “Evaluasi kinerja merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam meningkatkan pelayanan publik. Dengan adanya evaluasi kinerja yang baik, kita dapat mengidentifikasi masalah-masalah yang ada dan memberikan solusi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.”

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa evaluasi kinerja pegawai pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui proses evaluasi yang objektif dan transparan, diharapkan para pegawai pemerintah dapat terus meningkatkan kinerja mereka demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Penerapan Sistem Pengembangan Karir bagi Pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Timur


Penerapan Sistem Pengembangan Karir bagi Pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Pada era modern seperti sekarang, sistem pengembangan karir bagi pegawai pemerintah merupakan hal yang sangat penting untuk diterapkan. Terutama bagi pegawai pemerintah Provinsi Jawa Timur, di mana mereka harus terus mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman agar dapat memberikan pelayanan publik yang terbaik.

Menurut Bambang Soedibyo, seorang pakar manajemen sumber daya manusia, “Penerapan sistem pengembangan karir bagi pegawai pemerintah merupakan langkah penting untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme mereka. Dengan adanya sistem yang jelas, pegawai akan merasa lebih termotivasi untuk terus belajar dan berkembang.”

Salah satu bentuk penerapan sistem pengembangan karir bagi pegawai pemerintah Provinsi Jawa Timur adalah dengan menyediakan pelatihan dan kursus-kursus yang relevan dengan bidangnya masing-masing. Hal ini juga disampaikan oleh Sri Wahyuni, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur, “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pegawai pemerintah dengan menyediakan berbagai pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi mereka.”

Tak hanya itu, mentoring dan coaching juga merupakan bagian penting dari sistem pengembangan karir. Melalui bimbingan dan arahan dari atasan atau senior, pegawai pemerintah dapat lebih mudah menemukan arah karir yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Hal ini juga ditekankan oleh Ahmad Fauzi, seorang pakar pengembangan karir, “Mentoring dan coaching dapat membantu pegawai pemerintah untuk merencanakan karir mereka dengan lebih baik, sehingga mereka dapat mencapai tujuan karir yang diinginkan.”

Dengan penerapan sistem pengembangan karir yang baik, diharapkan para pegawai pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan publik yang terbaik untuk masyarakat. Sehingga, Provinsi Jawa Timur dapat terus maju dan berkembang sesuai dengan visi dan misinya.

Rekrutmen dan Seleksi Pegawai di Pemerintah Provinsi Jawa Timur


Rekrutmen dan seleksi pegawai di Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan proses yang sangat penting dalam menjaga kualitas dan profesionalisme aparatur pemerintah. Proses ini dilakukan secara ketat dan transparan untuk mendapatkan calon pegawai yang berkualitas dan memiliki komitmen tinggi dalam melayani masyarakat.

Menurut Bambang Widjojanto, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur, rekrutmen dan seleksi pegawai harus dilakukan secara objektif dan tidak diskriminatif. “Kami selalu mengutamakan kualitas calon pegawai yang akan direkrut, bukan dari latar belakang atau hubungan personal,” ujarnya.

Proses rekrutmen dan seleksi pegawai di Pemerintah Provinsi Jawa Timur melibatkan berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran, tes tertulis, wawancara, hingga tes kesehatan. Setiap tahapan memiliki bobot nilai yang sama pentingnya untuk menentukan siapa yang layak untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

Menurut Sri Retno, seorang ahli psikologi yang terlibat dalam proses seleksi pegawai di Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tes psikologi juga menjadi salah satu bagian terpenting dalam proses seleksi. “Dengan tes psikologi, kami dapat mengukur kepribadian, kecerdasan, dan potensi calon pegawai untuk menempati posisi yang sesuai dengan kemampuan mereka,” jelasnya.

Proses rekrutmen dan seleksi pegawai di Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendapat pengawasan ketat dari pihak eksternal, seperti Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Ombudsman. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa proses seleksi berjalan dengan benar dan tidak adanya praktik korupsi atau nepotisme.

Dengan adanya proses rekrutmen dan seleksi pegawai yang transparan dan berkualitas, diharapkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat memiliki aparatur pemerintah yang profesional dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain itu, proses ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah tersebut.

Tingkatkan Profesionalisme Kepegawaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur


Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya untuk meningkatkan profesionalisme kepegawaian di lingkungan pemerintahannya. Langkah-langkah konkret telah diambil guna mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian, tingkatkan profesionalisme kepegawaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan kepada para pegawai. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo, profesionalisme kepegawaian merupakan hal yang sangat vital dalam meningkatkan kinerja pemerintah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga melakukan evaluasi kinerja secara berkala guna menilai sejauh mana profesionalisme kepegawaian telah tercapai. Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, profesionalisme kepegawaian merupakan kunci utama dalam menciptakan pelayanan publik yang berkualitas dan efisien.

Namun, tantangan dalam meningkatkan profesionalisme kepegawaian tidaklah mudah. Diperlukan komitmen yang kuat dari seluruh pihak terkait, baik dari pimpinan maupun dari para pegawai itu sendiri. Sehingga, perlu adanya sinergi dan kerjasama yang baik antara semua pihak untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam hal ini, peran pelatihan dan pengembangan keterampilan menjadi sangat penting. Menurut Pakar Administrasi Publik, Prof. Dr. Budi Setiyono, pelatihan yang tepat dan berkualitas dapat meningkatkan profesionalisme kepegawaian secara signifikan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu terus mengoptimalkan program-program pelatihan yang ada.

Dengan demikian, tingkatkan profesionalisme kepegawaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai. Semua pihak perlu bekerja keras dan kompak untuk mencapai tujuan tersebut demi terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas dan efisien bagi masyarakat Jawa Timur.